Saturday, May 19, 2007

AJA EWA MARANG KALUWIHANING LIYAN

Arti yang tersurat :
Jangan merasa tidak senang terhadap kelebihan orang lain. Aja : jangan, Ewa : merasa, Kaluwuhaning : kelebihan, Liyan: orang lain.

Arti yang tersirat:
Jangan merasa tersaingi atau bersikap tidak senang terhadap kelebihan orang lain. Dengki terhadap kelebihan orang lain menjurus pada sikap sirik. Sikap ini bisa menciptakan suasana permusuhan dan dapat merugikan diri sendiri.

Nilai yang terkandung :
Ungkapan ini mengandung ajaran atau nasihat bahwa seseorang harus bercermin pada dirinya sendiri atau intropeksi kemampuan yang ada padanya. Seseorang tidak perlu merasa cemburu atau bersikap dengki terhadap kelebihan orang lain. Sikap yang demikian adalah sikap buruk dan tak terpuji.
Hidup bermasyarakat dan kekurangannya masing-masing. Karena itulah kelebihan orang lain harus diakui sebagai karunia Alloh.

Latar belakang Sejarah :
Orang Jawa berpegang pada prinsip hidup bahwa manusia ini pada dasarnya adalah lemah. Di balik kelemahan itu ada kelebihan yang berbeda satu sama lain. Sebagai makhluk social, satu sama lain saling mengisi yang lebih memberikan kepada yang lemah dan yang lemah mendukung agar kelebihan orang lain itu dapat dimanfaatkan untuk kepentingan bersama. Gotong royong diisi dengan saling bantu membantu dan bahu membahu sehingga yang lemah tidak tertindas dan yang kuat bersikap bijak.

Ungkapan lain yang ada hubungannya :
Aja Ngewak-ewakake (jangan bersikap atau bertingkah laku merugikan orang lain). (Ki Aji Bawono).

No comments: